Artikel.fitsea – Tulang kering merupakan salah satu komponen vital dalam sistem kerangka manusia, terutama berkaitan dengan stabilitas dan keseimbangan saat bergerak. Namun, terdapat banyak mitos dan persepsi yang salah seputar bagian tubuh ini. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengklarifikasi beberapa mitos dan fakta tentang tulang kering.
Letak Tulang Kering
Tulang kering atau biasa disebut sebagai fibula berada pada anggota gerak bawah manusia. Secara spesifik, tulang ini berlokasi di sisi luar tulang betis atau dikenal sebagai tulang tibia. Tulang kering berbatasan langsung dengan dua bagian penting yaitu lutut dan pergelangan kaki. Bagian atas tulang kering berhubungan langsung dengan lutut, sementara bagian bawahnya terkoneksi dengan pergelangan kaki
Fungsi Tulang Kering
- Fungsi dalam Mobilitas dan Stabilitas Kaki
Sebagai penyambung antara lutut dan pergelangan kaki, tulang kering memfasilitasi pergerakan pergelangan kaki. Tulang ini berperan penting dalam mobilitas dan stabilitas kaki. - Fungsi sebagai Penyangga Otot Kaki
Selain perannya dalam memfasilitasi pergerakan, tulang kering juga berfungsi sebagai penyangga untuk sejumlah otot pada kaki. Beberapa otot penting seperti otot yang berfungsi untuk menggerakkan jari-jari kaki, menekuk pergelangan kaki, dan memutar kaki ke sisi luar, melekat pada tulang kering.
Dengan demikian, tulang kering bukan hanya sekadar struktur pendukung, namun juga memiliki fungsi yang sangat penting dalam memfasilitasi gerakan dan stabilitas kaki.
Mitos Dan Fakta Tulang Kering
Mitos 1: Tulang Kering Tidak Penting
Fakta: Tulang kering memainkan peran penting dalam struktur dan fungsi kaki kita. Tulang kering, atau fibula, adalah tulang yang lebih kecil yang berjalan sejajar dengan tulang paha, membantu memberikan stabilitas dan dukungan pada kaki. Tulang kering juga memiliki peran penting dalam menopang berat badan, terutama saat berdiri atau berjalan.
Mitos 2: Tulang Kering Tidak Bisa Patah
Fakta: Tulang kering bisa patah, biasanya sebagai akibat dari trauma langsung seperti jatuh, tersandung, atau olahraga berat. Patahnya tulang kering bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat, bengkak, dan tidak mampu menumpu berat badan.
Mitos 3: Pembedahan Adalah Satu-satunya Opsi Untuk Cedera Tulang Kering
Fakta: Meski pembedahan dapat diperlukan untuk cedera tulang kering yang parah, banyak kasus patah tulang kering bisa disembuhkan dengan perawatan konservatif. Perawatan ini bisa termasuk pemakaian gips atau pen, istirahat, dan fisioterapi.
Mitos 4: Tulang Kering Tidak Memiliki Hubungan dengan Arteri
Fakta: Tulang kering berlokasi dekat arteri fibularis, sebuah arteri besar yang membawa darah ke bagian bawah kaki. Oleh karena itu, cedera tulang kering bisa berpotensi merusak arteri ini, yang dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan benar.
Mitos 5: Tulang Kering Tidak Berkontribusi pada Gerakan Kaki
Fakta: Meskipun tulang kering tidak berkontribusi signifikan pada gerakan kaki seperti tulang paha, tulang kering tetap berperan dalam stabilisasi dan memberikan kekuatan saat bergerak. Muskulus peroneus longus, yang mengikat tulang kering dan tulang paha, berkontribusi dalam gerakan melangkah dan menjaga kestabilan kaki saat berdiri.
Kesimpulan
Ada banyak mitos seputar tulang kering yang bisa mengaburkan pemahaman kita tentang struktur dan fungsi kaki manusia. Namun, dengan memahami fakta-fakta ini, kita bisa lebih menghargai peran vital yang dimainkan oleh tulang kering dalam mendukung gerakan dan stabilitas kita setiap hari. untuk info selengkapnya klik link disini.Â
Referensi
Halodoc. (2021)
One thought on “Tulang Kering: Mitos dan Fakta yang Perlu Anda Tahu”